Sabtu, 05 Maret 2011

Comparing Brokers (#11)

Pernah mendengar broker dengan nama InstaForex?

Bila Anda telah cukup lama berkecimpung di dunia forex, tentunya pernah mendengarnya. Sekitar 2-3 tahun yang lalu broker ini sangatlah populer dikarenakan banyaknya IB (introducing broker) InstaForex di Indonesia. IB hanyalah istilah lebih keren di dunia forex, padahal sebenarnya arti dari IB hanyalah sekedar tenaga marketing yang bertugas mempromosikan broker tersebut dan berusaha menarik klien sebanyak mungkin. Dimana nantinya apabila berhasil menarik banyak klien maka para IB tersebut, yang rata-rata perorangan, akan memperoleh komisi.

Setelah klien melakukan deposit, baru disadari bahwa platform trading broker tersebut kacau balau. Stoploss yang tidak ada gunanya dikarenakan tidak terjadi exit padahal telah melewati garis stoploss, seringkali terjadi lonjakan harga atau spread (spike), balance menjadi minus (padahal tidak mungkin terjadi dalam forex karena adanya proteksi margin call), sampai pada masalah tidak dapat melakukan withdrawal meskipun telah meminta berkali-kali.

Berikut adalah rating dari Forex Peace Army (FPA) yang menyatakan bahwa InstaForex adalah scam dan pengalaman seorang trader yang menggunakan broker tersebut:

Kebanyakan dari kita lebih menyukai broker-broker yang memiliki banyak IB di Indonesia. Mungkin dikarenakan ada perasaan lebih dekat, dimana transfer dana dapat dilakukan dengan Rupiah via BCA atau Bank Mandiri dan customer service pun dapat berbahasa Indonesia. Hal inilah membuat para broker yang memiliki banyak IB menjadi sangat populer di Indonesia.

Sehingga timbul perasaan bahwa kalau terjadi hal yang tidak diinginkan maka akan lebih mudah mengurusnya dikarenakan adanya kedekatan lokasi. Akan sangat repot bukan kalau menggunakan broker di Inggris atau di Malta bila terjadi apa-apa? Bagaimana mengurusnya? Mungkin seperti itulah yang ada dalam benak yang menggunakan InstaForex pada saat itu.

Padahal yang tidak dipahami, mereka tidak pernah berhadapan langsung dengan broker. Tetapi hanyalah berhadapan dengan para IB perorangan yang cuma sekedar tenaga marketing. Dana yang ditransfer tidak masuk ke kantong para IB tersebut, tetapi oleh IB diteruskan dan akhirnya masuk ke kantong broker yang berada di luar negeri.

Sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tentunya para IB hanya bisa pasrah. Karena sama halnya dengan Anda yang menjadi korban, mereka juga tertipu dan nantinya akan menjadi kambing hitam yang ditangkap oleh polisi :)

Berhati-hatilah dalam memilih broker, pilih yang terpercaya dan menjamin kemudahan withdrawal. Dengan adanya internet, tidak masalah menggunakan broker di negara manapun. Gunakan broker yang berlokasi di negara-negara maju, jangan pernah menggunakan broker yang berada di tax haven countries atau negara kecil yang tidak jelas.

Berlokasi di negara-negara maju dapat diartikan bahwa broker-broker ini berada dibawah pengawasan otoritas setempat yang memiliki standar hukum yang pasti dan lebih ketat. Hal ini akan menyulitkan scam broker untuk beroperasi dikarenakan ketatnya hukum yang selalu memantau dan mengawasi mereka. Sedangkan tax haven countries cenderung memiliki hukum yang longgar sehingga scam broker sangat menyukainya. Karena apabila terjadi hal yang buruk, maka akan sulit untuk melakukan penuntutan dikarenakan longgarnya hukum yang berlaku.

Minggu lalu saya membaca sebuah email dari milis yang menyatakan FXPro bertindak agak "aneh". Berikut isi email tersebut:



Aneh ya? Sebuah broker besar melarang penggunaan EA dikarenakan saat ini market berkurang likuiditasnya. Mana mungkin forex market berkurang likuiditasnya? Forex market adalah pasar terbesar yang paling likuid di dunia ini karena total dana yang berputar dalam sehari antara 3 - 5 trilyun dollar.

Yang menerima email seperti diatas tidak hanya 1 orang, tetapi beberapa anggota milis yang menggunakan FXPro. Daripada repot menduga-duga sendiri, saya kirim email saja customer support FXPro untuk menanyakannya. Berikut email jawaban dari FXPro:



Jawabannya tidak jelas, bila "specific clients" kenapa sampai beberapa orang di milis menerima email yang sama. Oleh karenanya, lebih baik agak waspada dengan FPro.

Selama 2 minggu ini, uji coba pembandingan broker yang dilakukan mengalami kendala. Kendala pada minggu sebelumnya adalah pada Master account dimana digunakan FXOpen ECN sebagai Master. Penggunaan FXOpen ternyata berakibat terjadi perbedaan timing, sering kali Slave tidak melakukan entry bersamaan dengan Master dikarenakan kelambanan platform FXOpen ECN.

Dikarenakan timing entry exit berbeda jauh, maka hasilnya tidak lagi dapat dibandingkan. Sehingga uji coba pembandingan minggu lalu gagal total dikarenakan perbedaan timing tersebut.

Kendala yang terjadi pada minggu ini, tidak lagi terjadi pada Master account seperti halnya minggu lalu. Master account tidak lagi menggunakan FXOpen ECN yang lamban, tetapi digunakan GoMarkets yang memiliki kecepatan eksekusi lebih baik. Akan tetapi kendala justru terjadi pada software CopyToolPro seperti gambar dibawah ini:



Seluruh Slave mengalami loss connection dengan Master. Setelah putus asa utak atik sendiri, akhirnya problem tersebut berhasil diselesaikan berkat bertanya langsung via email ke pembuat software tersebut.

Kesulitan utama dari pembandingan broker ini adalah harus selalu menjaga timing. Entry exit harus dijaga agar terjadi di seluruh Slave tidak lama setelah Master melakukan eksekusi transaksi.

Padahal terkadang terdapat beberapa Slave yang mengalami loss connection. Akibatnya bila entry exit tetap dilakukan, maka Slave tersebut tidak dapat mengikutinya. Hal inilah yang menyulitkan, karena harus selalu melakukan pengecekan apakah seluruh Slave terkoneksi baik dengan Master sebelum entry exit dilakukan.

Hasil uji coba pembandingan minggu ini menunjukkan tidak seluruh Slave dapat mengikuti Master. Hal ini diketahui pada saat melakukan rekapitulasi data transaksi, ternyata terdapat beberapa broker yang memiliki data yang tidak sama dengan Master. Terdapat 4 broker yang gagal mengikuti seluruh entry exit yang dilakukan oleh Master account, yaitu Forexoma, NordMarket, GCI Financial, dan FXOpen ECN.

Kegagalan terjadi dikarenakan pada saat Master melakukan entry, 4 buah Slave tersebut mengalami loss connection dengan server. Akibatnya meskipun Slave lain berhasil mengikuti Master, 4 Slave ini hanya diam saja dan tidak melakukan entry sama sekali.

Yang aneh adalah FXOpen ECN, pada saat dilakukan rekapitulasi data ternyata terdapat 3 buah transaksi yang tidak pernah dilakukan.



Bandingkan dengan data transaksi Forex.com, terlihat bahwa terdapat 3 transaksi yang berbeda. Jumlah lot-nya pun aneh, bukan angka bulat. Padahal saya tidak pernah melakukan entry dengan jumlah lot yang tidak bulat. Ehm, aneh bukan?

Bagaimana bisa data tersebut muncul, padahal saya tidak pernah melakukan transaksi tersebut. FXOpen ECN ini memang problem, hasil uji coba sebelumnya sudah menunjukkan bahwa platform ini sangat lamban dan sering terjadi loss connection. Nah, sekarang ditambah lagi dengan munculnya transaksi yang sama sekali tidak pernah dilakukan. Bagaimana bisa dipercaya kalau begini?

Hasil pembandingan minggu ini akan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu transaksi yang menghasilkan profit, transaksi yang menghasilkan loss, dan total keseluruhan.

Berikut adalah transaksi yang menghasilkan profit:



Rekapitulasi diatas telah dilengkapi dengan penjelasan perihal karakteristik masing-masing broker, yaitu dimana pendaftaran demo dilakukan, boleh tidaknya hedging dilakukan, berapa leverage maksimal, berapa deposit minimum, dan kecepatan respons server (ping). Dengan adanya penjelasan tersebut, tentunya akan lebih mudah untuk membandingkan broker mana yang terbaik.

Broker yang ditandai dengan warna kuning adalah broker yang gagal mengikuti Master sehingga data transaksinya tidak sama dengan Master. Sedangkan broker yang ditandai dengan warna pink adalah broker yang demo-nya bermasalah. AvaFX dan FX Solutions hanya memberi demo cuma sekali seumur hidup, sedangkan MB Trading server demonya sangat bermasalah karena sering disconnection.

Broker-broker yang respons server-nya (ping) tidak dapat diuji dikarenakan pendaftaran demo account harus melalui web. Sehingga uji coba respons server tidak dapat dilakukan karena fasilitas ping server di Metatrader-nya dimatikan.

Semakin rendah nilai ping maka semakin cepat juga eksekusi transaksi karena respons server yang cepat. Terlihat bahwa kebanyakan hanya broker-broker besar saja yang memiliki nilai ping dibawah 100 mili second. Yang mengagumkan adalah FX Clearing, memiliki respons server yang sangat cepat, setara dengan broker-broker besar. Akan tetapi, respons server cepat dapat juga diartikan bahwa server broker tersebut idle dikarenakan jumlah trader yang terdaftar pada broker tersebut sangat sedikit :)

Hal ini ditunjukkan oleh Forexoma, yang saya tahu bahwa broker ini adalah broker yang baru berdiri beberapa bulan. Respons ping-nya juga sangat cepat karena masih sedikit trader yang menjadi kliennya sehingga server masih sangat idle.

Tentunya hal ini berbeda dengan server broker-broker besar yang memiliki banyak klien. Mampu menampung transaksi banyak klien tetapi server tetap mampu memiliki respon yang sangat cepat, tentunya hal yang cukup mengagumkan. Artinya, server yang mereka gunakan adalah server yang sangat besar yang tentunya sangat mahal harganya.

Broker yang diberi tanda hijau pada daftar diatas adalah retail broker yang memberi profit tertinggi dibandingkan broker lain. Alpari UK tidak diberi tanda hijau dikarenakan demo yang digunakan adalah demo Pro Account yang minimal deposit-nya adalah USD 20.000, bukan pilihan sebagai retail broker yang akan kita gunakan.

Berikut adalah transaksi yang menghasilkan loss:



Terlihat bahwa broker-broker yang semula menghasilkan profit terbesar, sekarang tersebar pada berbagai peringkat. Yang bertahan di 5 besar hanyalah FXCBS dan GoMarkets.

Berikut adalah total keseluruhan, transaksi yang menghasilkan profit digabungkan dengan loss:



Dari hasil diatas, retail broker terbaik adalah GoMarkets dan FXCBS.

GoMarkets tidak mengharuskan minimum deposit, deposit berapapun dapat diterima. Leverage yang diberikan dapat mencapai 1:500 sehingga menjadikan GoMarkets lebih unggul daripada FXCBS.

Kelemahan GoMarkets terletak pada respons server yang hasil ping-nya 219 mili second. Masih dalam batas wajar, karena uji coba selama seminggu kemarin dengan menggunakan GoMarkets sebagai Master account tidak mengalami problem kelambanan seperti halnya pada saat menggunakan FXOpen ECN sebagai Master-nya. Sepanjang hasil ping masih dibawah 350 mili second, masih cukup cepat untuk eksekusi transaksi.

IBFX tidak dipilih dikarenakan tidak memperkenankan hedging dan juga leverage yang diberikan sangat kecil, hanya 1:50. Hantec Markets juga memberikan leverage yang lebih kecil daripada GoMarkets dan mengharuskan minimum deposit USD 1000.

Uji coba pembandingan akan dilanjutkan kembali minggu depan. Akan digunakan pair selain EURUSD dalam melakukan trading agar dapat diketahui apakah broker tersebut tetap dapat memberikan profit terbesar atau loss terkecil dibandingkan broker lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar