Selasa, 03 Juli 2012

5 Tips Membeli Saham IPO Bagian 1

saham ipo
Jakarta - Munculnya saham baru di pasar selalu menyenangkan bagi investor. Apalagi jika saham tersebut merupakan milik perusahaan yang cukup terkenal. Tapi, Anda tetap harus hati-hati.

Sejalan dengan perkembangan ekonomi, korporasi juga tak mau ketinggalan. Banyak perusahaan yang ingin tumbuh sehingga membutuhkan banyak modal. Salah satunya adalah jual saham di pasar modal melalui initial public offering (IPO) alias penawaran umum saham perdana.

Biasanya, saham IPO ini menjanjikan pertumbuhan yang cukup tinggi, terutama untuk jangka panjang. Namun sebaiknya anda lebih berhati-hati, karena terbukti dalam beberapa kasus ada saham IPO yang sudah lebih dari satu tahun tidak balik lagi ke harga awal.

Meski untuk investasi jangka panjang, mencari IPO yang benar-benar bisa menguntungkan itu tidak mudah. Banyak risiko yang unik dalam sebuah IPO, sehingga tidak bisa disamakan dengan pembelian saham biasa yang sudah beredar di pasar.

Jika Anda memang berencana untuk berinvestasi lewat IPO, berikut ini ada tips yang bisa disimak, seperti dikutip dari Investopedia :
1. Cari riset perusahaan yang objektif
Mencari informasi mengenai perusahaan yang siap go public itu gampang-gampang susah. Tidak seperti mencari info soal perusahaan yang sudah melantai di bursa.  Tidak banyak juga analis yang punya hasil riset mengenai perusahaan tertutup. Sehingga, kelemahan-kelemahan kecil di perusahaan tersebut sulit sekali diketahui.

Semua informasi perusahaan pasti akan dicantumkan dalam prospektus, tapi semuanya ditulis oleh perusahaan itu sendiri, tanpa ada campur tangan pihak lain.

Internet bisa menjadi tempat yang tepat untuk melakukan riset terhadap perusahaan tersebut. Anda bisa mulai mempelajati peta kompetisi, kompetitor, kinerja keuangan dan laporan keuangannya.

Informasi seperti ini bisa saja langka, tapi jangan putus asa dan teruslah mencari info sedalam-dalamnya. Bandingkan hasil yang Anda temukan di internet dengan prospektus IPO perusahaan tersebut. Sehingga Anda bisa merancang strategi investasi yang tepat pada perusahaan itu.

Sumber : DetikFinance

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar